This web clearly, not the information the footsteps a popular celebriti , or a ambtenar. Only the ordinary person who may simply want to share information about of process, not become.Hopefully this website useful, or at least familiar with the process footsteps a person, or ‘the halls’ thinking a person.
The process is like water flow, not stagnate. Since the authenticity of the water is always flowing. Will flow where, of course, flows into the direction that does not threaten. Flowing to dry lands are barren, so the land could be fertile and easily cultivated.
A “space” thinking, or conception, like pray amid a bustle of activity, believed to be part of Java community with a “topo Ngrame”. Indeed, the meditation in this way have not done a long time, especially in the era of rationalism with the phenomenon of modernity, and digital. Imagine, challenges and risks weight enough.
However, it was a choice as a medium of contemplation, any obstacle or temptation became part of the contemplation itself. That work will I convey in this web, is the result of the creative process of praying in a way “ngrame topo”.
Results creations could be through painting, photography, design, theater, writing, movies, or anything that could be categorized in the art. However, does not necessarily always declared himself an artist, not. I just do that given the talent to deliver results through contemplation and social perception for a work of art. That alone was enough, as things usually done of the “praying man, not a priest or pastor. Everyone can be a the “praying man”, so is the art.
Yang jelas web ini, bukan informasi jejak langkah seorang celebriti atau orang populer, atau orang ambtenar. Hanya seseorang biasa saja yang mungkin sekedar ingin membagi informasi tentang jejak langkah yang berproses, bukan menjadi.
Mudah-mudahan web ini bermanfaat, atau setidak-tidaknya mengenal proses jejak langkah seseorang, maupun lorong-lorong pemikiran.
Proses itu ibarat air yang mengalir, tidak menggenang. Karena otentisitas air itu selalu mengalir. Entah mengalir kemana, tentunya mengalir ke arah yang tidak mengancam. Mengalir membasahi tanah-tanah yang tandus, sehingga tanah bisa gembur dan mudah untuk ditanami.
Begitu lorong pemikiran, atau konsepsi, suatu aktivitas semacam berdoa ditengah hiruk pikuk, seperti yang diyakini masyarakat jawa yakni “topo ngrame”. Tidak lazim orang lalukan bertapa demikian, apalagi di tengah era rasionalisme dengan fenomena modernitas dan digital. Betapa tidak, tantangan dan resiko cukup berat.
Namun, itu sebuah pilihan sebagai medium kontemplasi, handicap apapun justru menjadi bagian dari kontemplasi itu sendiri. Begitulah hasil karya yang akan saya sampaikan dalam web ini, merupakan hasil proses kreatif dari berdoa dengan cara “topo ngrame”.
Hasil kreatif itu bisa berupa lukis, fotography, desain, teater, tulisan, film, atau apa saja yang bisa dikategorikan dalam seni. Namun demikian bukan berarti serta merta disebut seniman, bukan. Sekedar pekerja yang diberi talent untuk menyampaikan hasil perenungan dan pencerapan sosial melalui sebuah karya seni. Begitu saja sudah cukup, seperti hal biasa dilakukan oleh seorang pendoa. Setiap orang bisa menjadi pendoa, hal senipun demikian adanya.
___________________________________________________________________________
Nur aini 2011/03/30 at 12:12 PM
DJ tugas mu mamasyarakat seni itu dan seni itu mamasyarakat dan jadi dicintai oleh masyarakat itu sendiri,,,, bermacam macam seni budaya kita,,,, buatlah agar bisa memasyarakat kan senii itu menjadi besar dan jaya,,,,, masukkan kembali dalam pelajaran anak2 disekolah agar generasi kita tau semua yg ada di indonesia yg beraneka ragam suku,,, dan bahasa nya,,, syg sekali kan klu generasi muda jd tdk tau ttg peninggalan nenek moyang kita,,,, lewat apa saja bisa kamu kembangkan tinggal souport aja dari yg berkaitan dgn seni ini,,,,,kerja sama dgn pemerintah tentunya,,,,, agar bisa dimasukkan menjadi pelajaran pokok mungkin ya DJ,,, aku juga kurang paham,,,,,
memulai sesuatu itu harus berani mengatakan yg salah itu salah yg benar itu ttp lah benar,,, lewat karya2 mu,,,, pergunakan kecerdasanmu,, intelektual mu n keahlian mu yg tdk semua org bisa n ada diberi Tuhan,,,, km syukuri apa yg telah Tuhan berikan pd mu yaitu km punya kelebihan yg tdk semua org indonesia punya,,,, aku bangga punya km org indonesia asli jawa yg masih mempertahankan adat istiadat budaya kita yg kaya tdk ternilai harga nya,,,, kembangkan lah dgn caramu sendiri,,, agar Indonesia bangga punya kamu DJ,,, selamat ya ,,,,, kamu emang the best
DJ,,, aku mau juga dibuatkan puisi nya,,, aduh karya yg benar2 bagus,,,, kata2 yg teratur rapi,,, bahasa nya enak tenannn,,,, simpanlah dgn baik,,, ini bisa menjadi kenang2an yg ta ternilai harga nya,,,, DJ kamu emang hebat,,,aku suka semua yg ada pada mu,,, km pintar n cakap heheheh
Love Indonesia 2010/04/22 at 5:37am
Talen yang diberikan oleh Tuhan kepada anda sangat luar biasa. Saya baru menemukan sosok seniman yang memiliki kemampuan berbuat apa saja dalam seni. Bagi negeri ini, anda sepertinya langka. Cuma sayang sekali masyarakat bangsa yang saya cintai ini kurang memperhatikan orang-orang macam anda.
Padahal, konsepsi dan cara anda menghadapi mesteri kehidupan dalam seni, anda termasuk great.
Yang paling menarik bagi saya, anda kental dengan pengahayatann terhadap sosok perempuan. Tentu ada pengalaman yang dalam terhadap perempuan, mungkin anak2 anda dan istri. Saya yakin itu.
Cuma orang yg penuh keserikan/jealousy yang tentunya akan memperolok, seperti anda kisahkan sendiri, entah itu dari kekuarga anda sendiri, teman anda sendiri, atau bahkan orang lain yang merasa kawasan profesinya anda masuki.
Ya, begitulah. Tapi saya percaya Tuhan berpihak pada anda dan hanya waktulah yang bisa menjawab apa yang anda kerjakan.
Salam
Astrid Suryapringga 2010/04/06 at 9:10am
aku suka lukisan mu,, dalam sekali…. banyak yg tersurat dan tersirat. ah pokoknya aku suka banget.. satu jam bulakbalik kulihat satu persatu lukisan diatas. suka, suka sekali…
aku kagum pada foto yg kamu gores dgn ekspresif warna… cantik mas!
Lies Sudianti 2010/03/26 at 3:02am
Dear Dopo,
Saya senang kamu bisa survive dari penyakitmu, saya juga bangga jadi teman kamu dan selalu mendoakan agar kamu selalu dalam lindungan Nya
Aku suka akan seni terutama seni lukis…walau aku tak bisa melukis…ku suka dg seni lukis krn lewat goresan kuas tertuang banyak pesan hidup yang berarti…Senang dapat melihat website ini dan menggali banyak pelajaran didalamnya…matur sembah nuwun
RADEN SATRIADI 2010/01/15 at 9:14am
Saya suka sekali dengan lukisan2 nya….luar biasaaaaaaaaaa bangetz…
Papa Nathan -Jakarta
2010/01/29 at 12:41 pm
Terlalu sering menyaksikan ketidakadilan hidup, tanpa bisa berbuat apa2 untuk memberikan magdalena kail utk hidup… lama2 apatis, pasrah, dan biasa. Kalau sedekah mereka jadikan kail hidup, sampai kapan? … yang terkalahkan!
Marten Tahun
2010/01/21 at 4:41 pm
Saya ingat saat di ACAA, lukisan-lukisan mas Dopo selalu menarik hati para peminat seni terutama yang dari luar negeri. Menurutku kedalaman pesan yang terefleksi dari sosok marya dalam lukisan-lukisan mas Dopo menyiratkan realita, pergulatan dan pergumulan perempuan indonesia pada khususnya dan perempuan-perempuan di tempat lain pada umumnya untuk lepas dari berbagai stereotype sosial budaya yang menempatkan mereka sebagai kaum lemah pada konteks masyarakatnya. Jangan lupa kabari kalau sudah terbit….
elcid -Burmingham
2010/01/18 at 11:20pm
Cerita Magdalane masih menjadi perdebatan di kalangan Teolog. tak banyak diulas dalam percakapan-percakapan utama di gereja Katholik Roma, tetapi dibicarakan di tempat lain, terutama para teolog atau para feminis, yang melihat lipatan tersembunyi dominasi para laki-laki dalam sejarah gereja. selain itu gereja juga menjadi institusi yang kuat, yang memilikki otoritas moral. Entah bagaimana sejarah 2000-an tahun lalu, tak banyak yang dibuka…bagaimana peran Magdalena, tidak juga dibicarakan di dalam percakapan-percakapan utama…umumnya masih hadir sebagai wacana-wacana subaltern semata.Tetapi figur Magdalena memang menarik untuk direnungkan, dalam memaknai Yesus sebagai putra Allah. renungan-renugan di bilik dalam mungkin bisa dilakukan, sebab untuk membaca teks-teks terdekat rasanya teramat jauh, karena kendala bahasa dsb. mungkin dalam doa dari pinggiran kita bisa mendengar yang dilupakan atau didiamkan.






